Get Adobe Flash player

Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing

Artikel oleh : Redi Torabu, S,Sos

Sejalan dengan arah dan kebijakan pokok Departemen Pendidikan Nasional untuk mewujudkan program pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Peningkatan mutu relevansi, dan daya saing serta penguatan tatakelola, akuntabilitas dan pencitraan publik menjadi acuan dasar perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program-program Seksi Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pendidikan Menengah Kejuruan merupakan jenis pendidikan menengah yang secara khusus mempersiapkan tamatannya untuk menjadi tenaga kerja terampil dan siap latih, mudah beradaptasi dengan lingkungan dan perubahan serta dapat mengembangkan diri dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar kerja di berbagai sektor yang selalu berkembang. Karena itu upaya peningkatan pendidikan menengah kejuruan terkait langsung dengan tantangan permasalahan sebagai berikut :

 

  • Pertama, Kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan stabilitas ekonomi Indonesia yang sekarang berada dalam  kondisi krisis.
  • Kedua, Dalam era globalisasi hubungan antara negara di dunia melalui industrialisasi dan teknologi informasi semakin  masif. Hal ini akan membawa perubahan yang sangat cepat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Ketiga, Struktur angkatan kerja yang semakin terdidik. Perluasan kesempatan belajar pada setiap jenis dan jenjang  pendidikan mengakibatkan terus meningkatnya proporsi kerjaterdidik dalam struktur angkatan kerja di Indonesia.      

Untuk menjawab dan merespon kebijakan pemerintah dalam mempersiapkan anak didik yang terampil dan berdaya saing maka Direktur Pembinaan SMK dalan programnya melalui Dinas Pendidikan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah Bidang Dikmen pada Seksi Pembinaan SMK melakukan sosialisasi program - program pengembangan SMK kedepan dengan target jangka panjang tahun 2010/2014 melaksanakan upaya peningkatan mutu dengan berbandingan SMA 40 %, SMK 60% olehnya itu diperlukan tenaga-tenaga terampil dan profesional untuk menangani perkembengan SMA jauh kedepan kearah mana pendidikan SMA di Sulawesi Tengah, dan apa yang dihasilkan tamatan-tamatan SMK untuk menjawab keinginan pemerintah dalam penanggulangan pemulihan ekonomi dan pengangguran.

Berbagai upaya untuk menjawab tantangan tersebut sudah dilakukan melalui berbagai Program Pemerintah dan hal tersebut sudah mulai menjawab dengan adanya peningkatan  sebagai berikut :

  • Pertumbuhan SMK semakin banyak di setiap Kabupaten/Kota seiring dengan tuntunan animo siswa masuk ke SMK dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan menengah kejuruan yang siap kerja dan mandiri sesuai kompetensi.
  • Jumlah dan jenis Bidang keahlian yang dikembangkan di SMK Negeri dan Swasta sudah mulai mampu  menjawab tuntutan kebutuhan dunia usaha/industri dan tuntutan pengembangan ekonomi sektoral
  • Tingkat pengangguran tamatan SMK menunjukkan sudah mulai berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya
  • Dari sisi kemampuan daya saing tenaga kerja, produktifitas tenaga kerja di Sulawesi Tengah mulai menunjukkan ke arah yang lebih baik dibanding  dengan Propinsi Kawasan Timur.

Dengan mengacu kepada hal-hal tersebut, dipandang perlu pengkajian dan penataan ulang konsep, perencanaan dan implementasi pendidikan menengah kejuruan agar :

  • Mampu meningkatkan efektivitas dan efesiensi internal pendidikan SMK dalam menghasilkan lulusan (output) yang berkualitas dan dengan biaya yang  kompetitif dibandingkan dengan pendidikan lainnya.
  • Mampu meningkatkan efektivitas dan efesiensieksternal pendidikan SMK (outcome) dengan tuntutan dunia usaha/dunia industri dan
  • Mampu meningkatkan kemampuan daya saing lulusan SMK baik di kawasan regional maupun global menjelang pasar bebas.

Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing merupakan tuntutan yang harus terpenuhi, itulah sebabnya upaya pemerintah telah merealisasikan peningkatan mutu siswa SMK dengan menetapkan kebijakan memperbanyak jumlah SMK dibanding SMA sebuah hasil studi menyatakan sebanyak 50 % lulusan SMK setiap tahunnya mampu diserap dunia industri sehingga dalam kondisi ekonomiyang belum pulih pemerintah membuat kebijakan untuk memperbanyak jumlah SMK dan hal tersebut mulai nampak pada peningkatan jumlah SMK yang ada di Sulawesi Tengah dengan jumlah sebanyak 120 SMK yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota ini menunjukkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan dalam melaksanakan Rencana Strategi (Renstra) yang menetapkan perbandingan jumlah SMK lebih besar dibandingkan SMA.

Namun seiring dengan itu target meningkatkan mutu pendidikan kejuruan sudah pula memperlihatkan hasil positif.  Sehingga  Sekolah menengah kejuruan saat ini bukan sekedar nama dan tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kompetensi siswa sekolah menengah kejuruan pun semakin hari menunjukkan peningkatan. Maka dari itu pihaknya mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa SMK memiliki fleksibilitas yang tinggi, selain siap memasuki dunia kerja dengan berbekal kemampuan dan keahlian yang dimiliki mereka juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi jurusan apapun yang dikehendaki.

Oleh karena itu sejak lima tahun terakhir pemerintah memberikan perhatian kepada pembinaan SMK dengan menambah alokasi anggaran untuk membeli peralatan laboratorium, mendatangkan ahli-ahli ke SMK, bekerjasama dengan dunia Industri/dunia usaha untuk meningkatkan kompetensi siswa sekaligus memasarkan hasil produksi siswa. Salah satu jenis program pemerintah untuk membuktikan kemampuan kreatifitas dan inovasi bagi siswa SMK adalah melalui Lomba Keterampilan Siswa (LKS) dari tingkat Kabupaten, tingkat provinsi dan tingkat nasional yang diadakan setiap tahunnya.

Sebagai kegiatan berkala nasional, LKS SMK dimaksudkan untuk meningkatkan citra sekolah menengah kejuruan dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan dan potensi SMK sebagai lembaga pendidikan berkualitas dalam menyediakan tenaga muda yang cerdas, terampil, dan kompetitif untuk terjun ke dunia kerja maupun bekerja secara mandiri.

Pada sisi lain kegiatan ini juga sekaligus menjadi wahana seleksi dalam memilih siswa SMK terbaik untuk mewakili Indonesia pada kompetensi keterampilan tingkat Internasional, yang merupakan salah satu indikator keberhasilan pengembangan sumber daya manusia yaitu ASEAN SKILL COMPETITION (ASC), dan Word Skill Competition (WSC).

Tujuan Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Tingkat Nasional ini adalah :

  • Meningkatkan Citra SMK melalui unjuk kemampuan dan pengukuran puncak-puncak prestasi keterampilan siswa SMK.
  • Sarana Promosi potensi siswa SMK kepada Duniausaha dan industri (calon pengguna tamatan).
  • Sebagai alat seleksi bagi siswa SMK yang berpotensi mewakili Indonesia ke Kompetensi Internasional.

Setiap kegiatan Lomba Keterampilan Siswa ini juga diadakan pula Pameran Karya Vokasi Kreatif Siswa SMK yang dimaksudkan untuk mempromosikan kinerja SMK dalam membangun sinergi dengan dunia usaha dan industri dalam berbagai rekayasa peralatan, baik untuk keperluan pemenuhan kebutuhan peralatan praktek di Sekolah maupun produk barang dan jasa yang mampu bersaing di pasar. Keberhasilan kegiatan ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak terkait, baik jajaran internal Depdiknas, Pemerintah Daerah, kalangan pratisi pendidikan, asosiasi profesi, maupun masyarakat luas khususnya masyarakat industri,  Melalui sajian bahan informasi ini diharapkan semua pihak dapat berperan secara aktif.

Kesimpulan yang perlu kita cermati dari penjelasan diatas yang berorientasi pada peningkatan mutu tamatan SMK yang siap kerja dan mandiri memiliki jati diri bangsa yang berkarakter wirausaha sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengantisipasi penggangguran dan kemiskinan.

Atas partisipasi dan peran semua pihak dalam menumbuhkembangkan SMK kedepan ini, kami ucapkan terima kasih. Akhir kata keputusan dan tindakan hari menentukan hasil akhir masa depanmu baik atau buruk.