Get Adobe Flash player

Layanan Pendidikan

Link Situs

Login/Daftar

Statistik Kunjungan

054787
TodayToday14
YesterdayYesterday83
This_WeekThis_Week514
This_MonthThis_Month1891
All_DaysAll_Days54787
Highest 01-15-2014 : 234
Statistik created: 2014-04-19T10:18:08-07:00
54Dot226Dot168Dot96
  • KONFERENSI PERS TENTANG KEPRAMUKAAN
    KONFERENSI PERS TENTANG KEPRAMUKAAN
    Dikda_sulteng Pada tanggal 17 Januari 2013, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, H. Abubakar Almahdali, SE.,M.Si yang didampingi oleh Ketua Dewan Pendidikan (Prof. Dr. H. Juraid Abdul Latif M. Hum telah mengadakan konferensi Pers mengenai ...
    Selengkapnya:
  • Talk Show Keberadaan PAUD
    Talk Show Keberadaan PAUD
    Palu - Dikda Sulteng. Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Talk Show Keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan tema “ Peran Bunda Paud Dalam Mendukung Bangkitnya ...
    Selengkapnya:
  • Kuiz Kita Harus belajar (Kihajar) Tingkat Nasional
    Kuiz Kita Harus belajar (Kihajar) Tingkat Nasional
    Palu - Dikda Sulteng. Senin, 5 November 2012, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Kadikda Sulteng)          H. Abubakar Almahdali, SE.,M.Si, di halaman depan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah disela-sela Upacara ...
    Selengkapnya:
  • Pelatihan Pemanfaatan TIK Pendidikan untuk Pembelajaran
    Pelatihan Pemanfaatan TIK Pendidikan untuk Pembelajaran
    Palu - Dikda Sulteng.  Pada tanggal 21 September 2012, UPT. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Dinas  Pendidikan  Daerah  Provinsi Sulawesi Tengah (UPT.TKIP) telah melaksanakan Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan ...
    Selengkapnya:
  • Rapat Koordinasi Antisipasi Tawuran Siswa Antar Sekolah
    Rapat Koordinasi Antisipasi Tawuran Siswa Antar Sekolah
    Palu - Dikda Sulteng. Pada tanggal 15 Oktober 2012, sebagai wujud kepedulian terhadap Dunia Kependidikan  di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya pembentukan karakter terhadap siswa/siswi.  Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (H. ABUBAKAR ...
    Selengkapnya:
  • Sosialisasi/Pelatihan Media Pembelajaran untuk Guru-Guru SMP
    Sosialisasi/Pelatihan Media Pembelajaran untuk Guru-Guru SMP
    Palu - Dikda Sulteng. Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan Pendidikan di Propinsi Sulawesi Tengah, UPT. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Dinas Pendidikan Daerah kembali menggelar Sosialisasi/Pelatihan Media Pembelajaran untuk Guru-Guru ...
    Selengkapnya:
  • Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012
    Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012
    Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tanggal  2 Mei 2012  bertempat di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah,  Dinas Pendidikan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah melakukan berbagai rangkaian  kegiatan diantaranya Pemberian ...
    Selengkapnya:
  • Pelatihan Media Pembelajaran untuk Guru SD - 2012
    Pelatihan Media Pembelajaran untuk Guru SD - 2012
    Palu - Dikda Sulteng. Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Bapak  H. Abubakar Almahdali, SE.,M.Si. didampingi Sekretaris Disdikda Prov. Sulteng selaku PTH. Kepala UPT. TKIP Bapak Drs. Abdul Raaf Malik, M.Si. dan Kasubag Tata Usaha ...
    Selengkapnya:
  • Dikda Sulteng MoU dengan Polda Sulteng
    Dikda Sulteng MoU dengan Polda Sulteng
    Palu - Dikda Sulteng. Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah baru saja melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama atau biasa disebut dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dikda Sulteng dengan Polda Sulteng. Penandatanganan ...
    Selengkapnya:
  • Kepala UPT. TKIP Memasuki Masa Purna Bhakti
    Kepala UPT. TKIP Memasuki Masa Purna Bhakti
    Pada tanggal 8 Mei 2012,  UPT. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Dinas Pendidikan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah menggelar acara  pelepasan Kepala UPT. TKIP Disdikda Prop.Sulteng , DOLFI SENDUK, S.Sos yang telah memasuki masa purna bhakti ...
    Selengkapnya:
  • Temu Pisah Dikda Sulteng Tahun 2012
    Temu Pisah Dikda Sulteng Tahun 2012
    Kemeriahan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2012, terasa semakin lengkap karena bertepatan pada hari tersebut  Dinas Pendidikan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah mengadakan Temu Pisah Keluarga Besar Dinas Pendidikan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah ...
    Selengkapnya:
  • Dikda Sulteng MoU dengan Korem 132 Tadulako
    Dikda Sulteng MoU dengan Korem 132 Tadulako
    Palu - Dikda Sulteng. Pada tanggal 11 Mei 2012 Dinas Pendidikan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah telah mengadakan Penandatanganan MoU Nota Kesepahaman Pelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Keaksaraan dengan Korem 132 Tadulako. Kegiatan ...
    Selengkapnya:
  • Bantuan UPT. TKIP untuk SMPN 1 Kulawi
    Bantuan UPT. TKIP untuk SMPN 1 Kulawi
    Kulawi - Dikda Sulteng. Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Kepala UPT. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (TKIP) dan seluruh jajarannya pada hari Rabu,  tanggal  4 April 2012 menyerahkan bantuan peralatan media ...
    Selengkapnya:
  • SMP Negeri 1 Totikum Selatan - Sekolah Berbasis ICT
    SMP Negeri 1 Totikum Selatan - Sekolah Berbasis ICT
    Bangkep Kepulauan - Dikda Sulteng. Pada tanggal 24 Februari 2012 telah dilaksanakan  peresmian Sekolah Berbasis ICT, tepatnya di SMPN 1 Totikom Selatan yang dihadiri oleh  Jajaran Pemerintahan kabupaten Banggai Kepulauan (Bupati, Camat dan Para Kepala ...
    Selengkapnya:
  • Sosialisasi/Pelatihan Media Pembelajaran SD, SMP berbasis TIK
    Sosialisasi/Pelatihan Media Pembelajaran SD, SMP berbasis TIK
    Palu - Dikda Sulteng. Berdasarkan pemantauan, pemanfaatan media TIK untuk pembelajaran masih relatif  rendah, hal ini disebabkan kebanyakan guru belum banyak tahu bagaimana mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut maka perlu ...
    Selengkapnya:
  • Pelatihan Pengelolaan Penyelenggaraan Jardiknas
    Pelatihan Pengelolaan Penyelenggaraan Jardiknas
    Palu - Dikda Pada tanggal 14 s.d 27 Juli 2011 UPT. Teknologi Komunikasi  dan Informasi Pendidikan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah mengadakan Pelatihan Pengelolaan Penyelenggaraan Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas).
    Pelatihan ini ...
    Selengkapnya:

Pengawas Sekolah/Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

Mahkluk  Apakah Dia?

Artikel oleh : Drs. Mellong Kaseng, M.Pd

Konsistensi pengawas sekolah dinaungi oleh sejumlah dasar hukum.  Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 serta PP No. 74 tahun 2008 Pasal 54 ayat 8 pengawas terdiri dari pengawas satuan pendidikan, pengawas mata pelajaran, atau pengawas kelompok mata pelajaran melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan pengawasan, adalah landasan hukum yang terbaru yang menegaskan keberadaan pejabat fungsional pengawas.

Selain itu, keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 118 Tahun 1996 (disempurnakan dengan keputusan nomor 091/2001) dan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 020/U/1998 (disempurnakan dengan keputusan nomor 097/U/2001) serta Keputusan menteri Pendidikan No. 12 Tahun 2007 menetapkan pengawas sebagai pejabat fungsional yang permanen sampai saat ini.

Jika ditilik sejumlah peraturan dan perundang-undangan yang ada yang terkait dengan pendidikan, ternyata secara hukum pengawas sekolah tidak diragukan lagi keberadaannya.  Dengan demikian, tidak ada alasan apapun dan oleh siapapun yang memarjinalkan dan mengecilkan eksistensi pengawas sekolah.

Menurut undang-undang dan peraturan yang berlaku, keberadaan pengawas sekolah jelas dan tegas. Dengan demikian bukan berarti pengawas sekolah terbebas dari berbagai masalah.  Ternyata institusi pengawas sekolah semakin bermasalah setelah terjadinya desentralisasi penangan pendidikan.  Institusi ini sering dijadikan sebagai tempat pembuangan, tempat parkir dan tempat menimbun sejumlah aparatur yang tidak terpakai lagi (kasarnya : pejabat rongsokan).  Selain itu pengawas sekolah belum difungsikan secara optimal oleh manajemen pendidikan di kabupaten dan kota.  Hal yang paling menggenaskan adalah tidak tercantumnya anggaran untuk pengawas Sekolah dalam anggaran belanja daerah (Kabupaten/Kota). Sekurang-kurangnya fenomena itu masih terlihat di beberapa kabupaten sampai sekarang.   Penodaan terhadap institusi pengawas sekolah dan belum difungsikannya para pengawas sekolah secara optimal bak lingkaran yang tidak berujung berpangkal.  Lingkaran itu susah dicari awalnya dan sulit ditemukan akhirnya.  Tidak ada ujung dan tidak ada pangkal.  Akan tetapi, jika dimasuki lebih dalam, inti permasalahannya dapat ditemukan.  Institusi pengawas sekolah adalah institusi yang sah. Keabsahannya itu diatur oleh ketentuan yang berlaku.  Seyogyanya aturan-aturan itu tidak boleh dilanggar oleh management atau birokrasi yang mengurus pengawas sekolah.  Aturan itu ternyata sangat lengkap.  Mulai dari aturan merekrut calon pengawas sampai kepada memberdayakan dan memfungsikan pengawas sekolah untuk operasional pendidikan, ternyata sudah ada aturannya. Pelecehan atau pelanggaran terhadap aturan-aturan yang ada itulah yang merupakan titik pangkal permasalahan pengawas sekolah sebagai institusi di dalam system pendidikan.

Tugas Pokok dan Fungsi Pengawas Sekolah

Tugas pokok pengawas sekolah/satuan pendidikan adalah melakukan penilaian dan pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun supervisi manajerial. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi di atas minimal ada tiga kegiatan yang dilaksanakan pengawas yakni :

  • Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru  dan kinerja seluruh staf sekolah.
  • Melakukan Evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannnya,
  • Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.

Inti tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah adalah menilai dan membina.  Subjek yang dinilai adalah teknis pendidikan dan administrasi pendidikan. Penilaian menurut PP 19/2005, bab 1, pasal 1, ayat (17) adalah seperti berikut ini, “ Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik” Sedangkan Kepmenpan No 118/1996, bab 1, pasal 1 ayat (8) menyatakan, “Penilaian adalah penentuan derajat kualitas berdasarkan criteria (tolok ukur) yang ditetapkan terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah”.

Berdasarkan hal di atas, ada sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pengawas sekolah.  Secara garis besar ada dua kompetensi yang harus dimilki, yakni kompetensi menilai dan kompetensi membina.  Wawasan pengawas sekolah dalam bidang penilaian, instrument penilaian, mengolah hasil penilaian, sampai kepada memanfaatkan hasil penilaian untuk pembinaan, merupakan hal wajib yang harus dikuasai pengawas sekolah.  Selain itu, melaksanakan penilaian dengan kiat yang tepat juga merupakan bagian dari kompetensi yang tidak boleh dilupakan.  Sehubungan dengan ini, ada empat kelompok tugas pengawas sekolah yaitu : (1).  Merencanakan penilaian yang dilengkapi dengan instrumennya; (2).  Melaksanakan penilaian sesuai dengan kaidah-kaidah penilaian; (3).  Mengolah hasil penilaian dengan teknik-teknik pengolahan yang ilmiah; dan (4) memanfaatkan hasil penilaian untuk berbagai keperluan.

Kompetensi dalam membina juga demikian halnya pengawas sekolah/pendidikan propinsi Sulawesi Tengah haruslah memahami konsep pembinaan, jenis-jenis pembinaan, strategi pembinaan, komunikasi dalam membina, hubungan antar personal dalam membinadan sebagainya.  Sekaitan dengan pembinaan pengawas sekolah juga harus piawai merencanakan pembinaan, melaksanakan pembinaan, menilai hasil pembinaan dan menindaklanjuti hasil pembinaan.  Dengan kompetensi-kompetensi itu tentu keberadaan pengawas di tingkat propinsi benar-benar diharapkan dan dirindukan kehadirannya di sekolah.

Pengawas Sekolah dan Mutu Pendidikan

Mutu pendidikan dalam konteks tulisan ini adalah mutu proses pembelajaran dan hasil  belajar.  Mutu proses mengacu kepada standart proses yang tertuang di dalam PP Nomor 19/2005 tentang Standart Nasional Pendidikan. PP 19 /2005 , bab 1, pasal 1, ayat 6 menyatakan , Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. “Standar kompetensi lulusan ditegaskan pada ayat 4 seperti berikut, “ Standar Kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan”.

Pada pasal 19 ayat (1) peraturan pemerintah ini dinyatakan “ Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik .” pada ayat (2) ditambahkan. “ Selain ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan.” Pada ayat (3) ditambahkan lagi, “Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,penilaian proses pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisiensi.” Jadi mutu pendidikan dalam konteks ini adalah mutu proses yang mengacu kepada standar proses dan mutu hasil yang mengacu kepada standar kompetensi lulusan.  Mutu proses memilki hubungan kausal dengan mutu hasil.  Jika proses pembelajaran bermutu, tentulah standar komptetensi lulusan dapat dicapai dengan bermutu pula.

Pencapaian kedua mutu yang dimaksud, sudah jelas membutuhkan keberadaan pengawas sekolah.  Hal itu terkait dengan tugas pokoknya yakni menilai dan membina teknik pendidikan dan teknik administrasi, Penilaian mengacu kepada pengumpulan, pengolahan, dan penafsiran data dari subjek yang dinilai (proses pembelajaran), sedangkan pembinaan mengacu kepada hasil penilaian.  Dengan demikian, keberadaan pengawas sekolah untuk meningkatkan mutu sangatlah diperlukan.

Tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah adalah melaksanakan penilaian dan pembinaan, penilaian dan pembinaan dilakukan terhadap bidang teknik pembelajaran dan teknik administrasi.  Dalam melakukan pembinaan pengawas sekolah melaksanakannya dengan member arahan, bimbingan, contoh dan saran.  Implementasi dari supervisi satuan pendidikan (sekolah)) adalah melakukan penilaian dan pembinaan, mutu pendidikan dalam konteks ini adalah mutu proses dan mutu hasil yang mengacu kepada standar nasional pendidikan (PP 19/2005); untuk meningkatkan mutu tersebut peranan pengawas sangat penting,